Bola Online Piala Dunia Thomas Broich Tolak Wacana Teknologi Garis Gawang

Bola Online Piala Dunia Thomas Broich Tolak Wacana Teknologi Garis GawangBola Online Piala Dunia Thomas Broich Tolak Wacana Teknologi Garis Gawang – Melihat seorang pemain sepakbola mencetak gol merupakan hal yang dinanti-nantikan para penonton. Bukan hanya karena sebuah gol dapat memiliki arti penting dalam sebuah pertandingan, namun juga karena sebuah gol dapat memuat arti penting betapa keindahan permainan sepakbola tergambar padanya. Keberadaan pengadil pertandingan yang mampu mengambil keputusan tepat juga merupakan suatu hal yang penting, terutama untuk dapat memutuskan apakah sebuah gol dapat disahkan atau tidak.

Thomas Broich, pemain asal Jerman yang kini bermain untuk klub Brisbane Roar di Liga Australia merupakan salah satu ‘korban’ keteledoran pengadil pertandingan. Sebuah gol yang dilesakkannya, apabila gol tersebut disahkan dapat menjadi salah satu gol terbaik dalam karirnya. Namun, apa daya. Broich harus rela golnya tersebut dianulir wasit. Sebuah tendangan dari jarak 25 meter kala Brisbane Roar meladeni Adelaide hari Minggu lalu tidak disahkan. Sementara, pelatih Brisbane Roar Mike Mulvey juga mencoba mempengaruhi keputusan wasit dengan mendorong sang pengadil.

Thomas Broich merupakan salah satu talenta asing terbaik sepanjang sejarah A-League, dan pemain asal Jerman tersebut mengakui bahwa momen tersebut sangat mengecewakan. Andaikan disahkan, gol tersebut ia diibaratkan akan ‘dicetak dan dipajang di dinding’. Namun, ia tak punya waktu untuk berdebat. Broich mengungkapkan bahwa para pemain haruslah menerima gol yang dianulir, serta keputusan-keputusan wasit yang tidak tepat lainnya. Broich mengatakan: “Hal tersebut seperti situasi lain di sepakbola; Apabila anda kalah dalam suatu pertandingan karena sebuah gol offside, atau sebuah penalti yang semestinya memang bukanlah penalti. Itulah bagian dari pertandingan, terkadang anda beruntung dan terkadang pula anda sial, dan saya rasa itu merupakan hal yang harus dapat kita terima. Hal tersebut juga menyangkut isu tentang uang, namun saya tak berpikir bahwa hal tersebut benar-benar dibutuhkan. Selalu ada keputusan yang buruk dalam sepakbola, dan itulah bagian dari pertandingan. Para pemain tidaklah sempurna, dan para wasit juga tidaklah sempurna.”

Pemain kelahiran 29 Januari, 33 tahun silam tersebut dengan tenang mengatakan bahwa ia menolak wacana penggunaan teknologi garis gawang. Ia menekankan elemen humanis atau kemanusiaan sehingga tidak perlu adanya teknologi yang demikian. Usaha dari Thomas Broich tersebut menghantam tiang gawang, dan juga melewati garis gawang sebelum berputar kembali kepada kiper Adelaide Eugene Galekovic. Broich mengakui memang seringkali hal yang demikian membuat frustrasi dan berakhir dengan kekalahan, namun tentu saja hal tersebut wajar terjadi dalam sepakbola.

Sementara, pemikiran lain datang dari mantan pemain tim nasional Australia, Robbie Slater. Ia mengatakan bahwa biaya teknologi telah menghalangi A-League, namun ia tetap merasakan urgensi penempatan official ke-4 pertandingan. Pertandingan yang berlangsung di Suncorp Stadium itu sendiri berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Brisbane Roar Bola Online Piala Dunia.