Giuseppe Marrotta Percaya Paul Pogba Adalah Peraih Ballon d’Or Masa Depan

Giuseppe Marrotta Percaya Paul Pogba Adalah Peraih Ballon d'Or Masa Depan

Giuseppe Marrotta Percaya Paul Pogba Adalah Peraih Ballon d’Or Masa Depan – Manajer umum Juventus Giuseppe Marrotta meyakini kalau Paul Pogba merupakan salah satu pemain terbaik miliknya. Oleh karena itu ia menganggap bahwa Pogba bisa masuk menjadi kandidat peraih Ballon d’Or di masa mendatang.

Keyakinan Marrotta bukan asal-asalan. Paul Pogba bahkan mampu meraih predikat sebagai pemain terbaik U-21 pada tahun ini.

Pogba, 20 tahun, merengkuh trofi Golden Boy – yang diambil berdasarkan pengamatan dari jurnalis – dan kemudian mengikut jejal Wayne Rooney, Lionel Messi, Mario Balotelli dan Anderson.

Gelandang yang dipercayakan menjabat posisi ban kapten saat menjuarai Piala Dunia U-20, kemudian melanjutkan performa terbaiknya di tingkat klub bersama Juventus, di mana ia memiliki peranan penting kala membantu meraih gelar Scudetto pada musim lalu.

Sementara perkembangan Pogba sejak tiba di Turin dari Manchester United berlangsung luar biasa, bahkan petinggi Juve, yang mengakui kalau mereka tidak memperkirakan performanya semakin jauh lebih kuat, dan Marotta kini memprediksikan bahwa masa depan yang cerah akan menaungi penampilannya di tim utama.

“Kami sangat bangga bisa memiliki seorang Paul Pogba, karena kami telah merekrutnya, dan kami tahu ia merupakan salah satu pemain yang memiliki prospek ke depannya yang cukup cerah, dan kini ia memiliki mental juara,” puji Marotta. “Ia sangat menghibur, penuh dengan kecerdasan dan keberanian, dan hal itu seperti mengalir dalam darahnya.

“Kami sangat puas dengan dirinya dan berharap ia bisa menjadi salah satu tumpuan masa depan Juventus. Paul telah memiliki segala-galanya untuk menjadi salah satu peraih Ballon d’Or juga.”

 Sementara itu harapan yang sama juga disuarakan Paul Pogba, yang mengungkapkan: “Berharap, suatu hari nanti saya bisa menjadi peraih Ballon d’Or. Ini merupakan salah satu penghargaan yang ingin saya tuju, kendati saya tahu hal ini harus dicapai dengan latihan keras dan selalu berkembang dari segala aspek, namun saya beruntung bisa memiliki rekan-rekan yang luar biasa pada hari ini dan seharusnya layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut, yaitu: Andrea Pirlo. Saya sangat beruntung bisa mengambil pelajaran berharga dari dirinya.”

 Sementara itu Juventus berniat untuk mempertahankan undangannya kepada anak-anak sekolah, guna mengisi bangku stadion yang kosong, karena hukuman yang dijalani oleh mereka, setelah pendukungnya terbukti bersalah melakukan nyanyian bernada diskriminasi suatu daerah.

Pihak klub memiliki ide dan gagasan yang sangat brilian dalam memberikan tiket gratis kepada lebih dari 12,000 anak-anak untuk pertandingan pada 1 Desember lalu melawan Udinese – namun apa yang terjadi justru anak-anak itu yang menyebabkan pihak Juventus terkena denda sebesar 5,000 euro atas cercaan yang dilayangkan oleh mereka kepada penjaga gawang Udinese, Zeljko Brkic.

“Saya ingin mengatakan hal ini segera setelah pertandingan usai, karena sangat mengecewakan saya, namun saya tidak ingin menimbulkan kontroversi, sehingga saya tetap menjaga mulut ini,” tutur pelatih Udinese, Francesco Guidolin.

“Kami harus bekerja keras untuk memberikan sebuah pelajaran kepada pendukung. Karena sungguh menyedihkan bila yang terjadi justru para generasi muda yang mengirimkan sebuah pesan ini, dan seharusnya justru yang positif.”