Lothar Matthaus Serang Pep Guardiola

Lothar Matthaus Serang Pep GuardiolaLothar Matthaus Serang Pep Guardiola    – Mantan pemain tim nasional Jerman itu juga ikut mengecam pelatih Catalan karena telah merotasi skuadnya terlalu banyak dan secara terus-menerus menukar Philipp Lahm di antara lini pertahanan dan juga dengan lini tengah.

Lothar Matthaus mengatakan bahwa pertandingan pada Selasa malam yang berubah menjadi ”bencana” ketika Bayern Munich bertanding melawan Real Madrid di leg ke dua babak semi final Liga Champions merupakan hasil dari upaya sesat yang dilakukan oleh Pep Guardiola untuk berusaha membuat The Bavarians bermain seperti Barcelona.

Pelatih Catalan itu telah menghabiskan karirnya sebagai seorang pelatih selama empat tahun dengan bertanggung jawab atas Blaugrana antara tahun 2008 hingga tahun 2012 kemarin, waktu yang mana dia gunakan untuk merevolusi permainan menjadi permainan yang berorientasi pada gaya kepemilikan bola yang kemudian dikenal sebagai taktik ‘tiki taka’.

Meskipun begitu, Matthaus mengatakan bahwa Guardiola telah membuat kesalahan dengan mencoba untuk membuat Bayern agar merangkul filosofi sepak bola yang asing bagi banyak dari pemainnya di dalam skuad, dengan mengutip kekalahan memalukan 4-0 di leg ke dua babak semi final Liga Champions di kandang sendiri atas Real Madrid sebagai satu kasus yang menyakitkan sebagai contohnya.

“Kamu tidak bisa membuat mereka untuk memainkan Catalan di sini. Kamu tidak bisa berharap agar Bayern bermain seperti layaknya Barca.”

Matthaus juga menyerang keputusan yang diambil oleh Guardiola terkait dengan seringnya pelatih yang berasal dari Spanyol itu untuk melakukan rotasi pemain Bayern setelah dirinya berhasil memastikan gelar juara Bundesliga Jerman tetap berada di tangan mereka pada akhir bulan Maret kemarin, dengan alasan bahwa adanya perubahan konstan antara pertandingan di liga domestik dan juga di kompetisi Eropa telah mempengaruhi ritme permainan dari The Bavarians

“Ada terlalu banyak perubahan. Kapal itu mungkin tidak akan mulai pergi begitu saja jika itu tidak pernah melakukan rotasi yang begitu dramatis.”

Selain itu, Matthaus juga mempertanyakan kecenderungan Guardiola yang terus merubah posisi dari kapten Bayern Munich yaitu Philipp Lahm dari posisi full back kemudian menjadi lini tengah dan terus berulang, dengan alasan bahwa hal itu ”memberikan kontribusi terhadap ketidakpastian di dalam tim; untuk mendapatkan satu hasil yang bersejarah (kekalahan dengan agregat akhir 5-0) atas Madrid, yang merupakan sebuah bencana.

Meskipun begitu, Matthaus merasa bahwa Guardiola juga telah dikecewakan oleh para pemainnya, dimana pria asal Jerman tersebut merasa bahwa para punggawa Bayern Munich tidak mengambil tanggung jawab yang cukup atas tersingkirnya mereka dari Liga Champions.

“Mereka tidak cukup kritis kepada diri mereka sendiri. Jika Bayern sekarang kalah dari Borussia Dortmund di final DFB Pokal, maka akan ada pembicaraan serius di Sabener Strasse (markas Bayern).”